![]() |
| Sumber: Google.com |
Musim hujan seperti ini rasanya sangat cocok untuk menikmati minuman jahe hangat. Tak hanya menghangatkan tubuh, ternyata jahe juga dipercaya untuk menurunkan berat badan.
Melansir dari laman Akurat, Jahe mengandung senyawa yang disebut gingerol dan shogaol. Senyawa ini merangsang beberapa aktivitas biologis dalam tubuh saat kamu mengonsumsi jahe.
Penelitian dari National Institutes of Health menunjukkan bahwa obesitas dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan. Stres oksidatif disebabkan oleh kerusakan akibat radikal bebas di dalam tubuh. Nah, sifat antioksidan jahe membantu mengendalikan radikal bebas ini, dan sifat anti-inflamasinya dapat melawan peradangan.
Khasiat jahe ini tidak secara langsung mengatasi kelebihan berat badan, tetapi mereka membantu mencegah kerusakan kardiovaskular dan efek samping lain dari kelebihan berat badan.
Penelitian lain mendukung gagasan bahwa jahe juga berperan dalam penurunan berat badan. Dalam penelitian tersebut juga menemukan bahwa pria gemuk yang mengkonsumsi jahe menjadi kenyang lebih lama.
Sebuah meta-analysis ini juga melihat manfaat penurunan berat badan yang menunjukkan bahwa jahe memiliki efek signifikan pada berat badan dan lemak perut (rasio pinggang-pinggul).
Gingerol mendorong aktivitas biologis tertentu di tubuh yang memiliki efek anti-obesitas. Pada akhirnya membantu makanan untuk mencerna lebih cepat dan merangsang tubuh untuk mempercepat makanan yang dicerna melalui usus besar. Bahkan gingerol dapat menstabilkan kadar gula darah. Menjaga gula darah stabil bisa menjadi kunci untuk menurunkan berat badan.
Sumber: Akurat.co
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2181065/original/067788900_1525753642-iStock-647402906.jpg)
Komentar
Posting Komentar