![]() |
| Kumparan |
Memiliki anak diusia muda sering dikatakan sangatlah tidak baik. Walau begitu, sampai sekarang masih ada yang terjadi. Bahkan hal itu umumnya dilakukan oleh remaja.
Seperti yang dikatakan oleh Dokter Ninin Anggreani, pengelola Poli Pelayananan Kesehatan Peduli Remaja, Puskesmas Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, mengatakan, bahwa remaja saat ini mengatakan ingin menikah muda. Karena jika memiliki anak diusia muda, umur mereka dengan anak tidaklah terlalu jauh.
Namun ternyata hal itu sangat berbahaya bagi sang ibu lho, kenapa? seperti yang dikatakan oleh dokter Ninin, bahwa sang anak itu harus mengetahui kehamilan yang baik seperti apa. Dan tentunya kesiapan wanita untuk bereproduksi berada diatas usia 20 tahun keatas. Karena jika di bawah usia 20 tahun, organ reproduksinya belum matang.
"Sedangkan, saat kehamilan itu ada janin yang harus dibuahi, janin ini harus menempel di dinding rahim. Kalau organ reproduksinya belum matang, janin ini bisa mudah lepas, ini yang menyebabkan keguguran, dan ini juga faktor risiko yang sering ditemukan" lanjutnya ketika ditemui bilangan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (12/8).
Tak hanya itu saja, sistem tubuh anak remaja masih belum stabil, karena remaja masih dalam fase pertumbuhan. Dimana faktor yang berperan dalam kehamilan adalah sel darah merah. Akhirnya, anak remaja ini sangat berisiko kekurangan sel darah merah selama kehamilan.
"Kurangnya sel darah merah, atau anemia, membuat nutrisi, oksigen, dan lain sebagainya tidak optimal sampai pada janinnya. Akibatnya, bayi bisa lahir kecil, stunting, hingga cacat, atau bisa keguguran tadi," ujarnya.
Walau sudah banyaknya imbauan yang diberikan, namun jika belum mengetahui risikonya. Maka si anak tetap melakukannya.
"Keterbatasan informasi terlihat dari kehamilan pada usia remaja ini bukan hanya terjadi pada kasus kehamilan yang tidak diinginkan, tapi juga pada kehamilan yang diinginkan. Pada kenyataanya, di Indonesia, bahkan Jakarta, tahun 2018 di satu puskesmas tempat saya bekerja saja, 60 lebih ramaja alami kehamilan yang diinginkan, yang memang di usia remaja sudah ada proses menikah terlebih dahulu. Merasa pendidikan SMP saja sudah cukup, lalu menikah," tutupnya.
Sumber: Akurat.co

Komentar
Posting Komentar